DLHK NTB, Koramil Gunungsari, dan YUNALEST Bersinergi Bersihkan Saluran Lingkungan

TRM Berita Terbaru 31 Oktober 2025 68 kali DLHK NTB, Koramil Gunungsari, dan YUNALEST Bersinergi Bersihkan Saluran Lingkungan Kegiatan bersih saluran yang dilakukan di Desa Gunungsari kecamatan Gunungsari

Lombok Barat, 31 Oktober 2025 — Upaya menjaga kebersihan dan mencegah banjir terus digelorakan oleh berbagai pihak di Kabupaten Lombok Barat. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, bersama Anggota Koramil 1606-07 Gunungsari, Komunitas Masyarakat Geber Nusantara, dan Yayasan Unggul Alam Lestari (YUNALEST) bergotong royong melakukan kegiatan bersih saluran di Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Jumat (31/10).

Saluran yang dibersihkan merupakan jalur utama air menuju permukiman warga. Jika tersumbat oleh tumpukan sampah, risiko banjir akan meningkat. Hal ini diungkapkan oleh Koptu Muzahar, anggota Koramil 1606-07 Gunungsari, yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

“Saluran ini langsung mengalir ke perkampungan masyarakat Gunungsari. Kalau tersumbat oleh sampah, banjir bisa terjadi. Saya bersyukur ada inisiatif dari Komunitas Geber dan Yayasan Unggul Alam Lestari yang menggerakkan masyarakat untuk gotong royong membersihkan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Syamsiah Samad, M.Hut, selaku Sekretaris Dinas (Sekdis) DLHK NTB, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, tidak banyak komunitas yang mau terjun langsung ke lapangan membersihkan saluran air yang kotor dan berlumpur.

“Saya salut dengan semangat Komunitas Geber dan Yayasan Unggul Alam Lestari. Mereka mau turun langsung, berjibaku dengan bau tak sedap dan lumpur. Ini menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, tanpa harus menunggu siapa yang memulai,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Saepul Hak (Yayasan Unggul Alam Lestari) sekaligus inisiator kegiatan menjelaskan bahwa aksi bersih saluran ini akan menjadi agenda rutin setiap minggu.(trm/sds)

“Kami berkomitmen untuk membantu pemerintah, khususnya DLHK NTB, dalam menjaga lingkungan tetap bersih. Kami ingin menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah. Ke depan, masyarakat juga kami dorong agar mampu memilah dan mengelola sampah secara mandiri dari rumah tangga, termasuk melalui konsep biopori,” jelasnya.

Sampah hasil kegiatan tersebut kemudian dikumpulkan dan diserahkan ke TPS Kebon Kongok untuk dikelola lebih lanjut.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sekaligus mendukung terwujudnya NTB yang asri, lestari, dan bebas dari sampah.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin