Rapat Pimpinan Lengkap Pemprov NTB, Gubernur Tekankan Integritas dan Kolaborasi
Gubernur, Lalu Muhamad Iqbal, didampingi Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri dan Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair, Dalam Rangka Rapat Pimpinan (Rapim) bersama kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Selasa (21/4).
Mataram - Gubernur, Lalu Muhamad Iqbal, didampingi Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri dan Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair, memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) bersama kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Selasa (21/4).
Rapim ini menjadi momentum konsolidasi jajaran Pemprov NTB pasca pelantikan sejumlah pejabat baru sekaligus penguatan langkah bersama dalam mewujudkan visi “NTB Makmur Mendunia”.
Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan ucapan selamat datang kepada Sekda dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah yang baru dilantik. Ia meminta para pejabat baru segera beradaptasi dan memperkuat sinergi antarlembaga.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa integritas dan kredibilitas merupakan modal utama yang harus dijaga setiap aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, kedua hal tersebut adalah nilai paling mendasar dalam pengabdian kepada negara dan masyarakat.
“Kalau integritas dan kredibilitas hilang, maka sesungguhnya kita sudah tidak punya apa-apa lagi. Itu satu-satunya yang harus kita banggakan sebagai ASN,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pejabat publik akan selalu dihadapkan pada dinamika pro dan kontra di tengah masyarakat. Karena itu, setiap keputusan harus diambil secara hati-hati dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Kerja pakai hati, lakukan dengan hati-hati, dan jangan dimasukkan ke hati. Kita tidak mungkin menyenangkan semua pihak,” katanya.
Gubernur kemudian mengingatkan seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk kembali memahami visi dan misi pembangunan daerah, terutama tiga prioritas utama, yakni pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata.
Ia menegaskan bahwa meskipun terdapat sektor prioritas, seluruh perangkat daerah memiliki peran yang sama penting dalam mendukung target pembangunan.
“Tidak ada sektor yang lebih penting dari yang lain. Semua harus berkontribusi untuk mencapai visi misi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Menurut Gubernur, pengentasan kemiskinan harus menjadi fokus utama karena merupakan akar dari berbagai persoalan sosial di daerah. Ia menyebut sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata sebagai pengungkit utama penurunan angka kemiskinan di NTB.
Mengakhiri arahannya, Gubernur menekankan bahwa birokrasi harus dijalankan dengan semangat “politik visi misi”, bukan politik praktis, agar kebijakan pemerintah benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri meminta Kepala Perangkat Daerah yang baru dilantik melalui seleksi terbuka segera menyesuaikan diri, mengingat saat ini telah memasuki triwulan kedua tahun 2026 yang menuntut percepatan kinerja.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah program strategis daerah mulai mendapat perhatian pemerintah pusat, salah satunya Program Desa Berdaya yang dilirik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai pintu masuk penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta stunting.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair menekankan pentingnya kesamaan frekuensi seluruh jajaran pemerintah daerah agar dapat bergerak bersama melalui kolaborasi yang saling terhubung dan saling mendukung.
Ia juga menyinggung hasil pembahasan Sidang Paripurna DPRD yang menyoroti kondisi daerah saat ini dengan berbagai tantangan fiskal dan pemenuhan layanan dasar.
“Pesannya jelas, kita harus mampu menjaga pertumbuhan di tengah tekanan fiskal dan tekanan layanan dasar yang saat ini cukup besar,” ujarnya.
