Pameran Kerajinan Daerah Dengan Tema "Promosi Tradisi Yang Menginspirasi Gen-Z"
Madrasah Aliyah Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari gelar pameran kerajinan daerah dengan tema
Lombok Barat - Madrasah Aliyah Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari gelar pameran kerajinan daerah dengan tema "Promosi Tradisi Yang Menginspirasi Gen-Z". Pada Kamis, (21/5/2026) kegiatan diselenggarakan di halaman Madrasah Aliyah Al-Aziziyah Putri. Kegiatan Pemeran Kerajinan daerah ini dilaksanakan hanya satu hari saja dengan menampilkan produk- produk unggulan daerah Nusa Tenggara Barat maupun daerah luar seperti, pakaian adat Sulawesi, Jawa, Madura dan beberapa Kabupaten/kota se Nusa Tenggara Barat.
Pelaksanaan Pameran Kerajinan dan Pakaian Adat Daerah ini sebagai bentuk semangat dalam menumbuhkan kreativitas peserta didik sebagai upaya Bersama membangun provinsi Nusa Tenggara Barat melalui pendidikan, serta salah satu upaya menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap produk-produk daerah, pakaian adat, mempertahankan tradisi- tradisi yang hampir tergerus zaman, serta menjaga kearifan lokal melalui kegiatan seperti ini.
Kepala Madrasah H. M. Ridwan, Lc. M, Ag pada sambutannya yang diwakilikan oleh Wakamad Bagian Kurikulum Bapak Mustaman, S.pd, menyampaikan, "Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengapresiasi serta memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, guru pembimbing, dan khususnya para peserta didik yang telah mempersiapkan kegiatan pameran seni budaya ini dengan penuh semangat dan kreativitas".
Pameran ini menjadi bukti bahwa peserta didik madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian seni dan budaya daerah, lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, kita dapat melihat beragam hasil karya seni dan kerajinan budaya dari Lombok, Sumbawa, Bima, Dompu, hingga budaya dari luar Provinsi Nusa Tenggara Barat. Semua karya yang ditampilkan mencerminkan kekayaan budaya bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan bersama.
Budaya adalah identitas bangsa. Jika generasi muda mencintai budayanya, maka bangsa ini akan tetap kuat dan berkarakter. Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, kita harus tetap bangga terhadap warisan budaya daerah kita sendiri. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar, berkarya, berinovasi, dan mempererat persaudaraan dalam keberagaman budaya, ungkapnya.
Kegiatan pameran kerajinan daerah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu memberikan ruang bagi peserta didik untuk berekspresi, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi secara optimal. Seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil kerja kolaboratif peserta didik kelas XI.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak berkesinambungan dalam membentuk karakter peserta didik, kegiatan ini juga diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran, melainkan sebagai wadah untuk membentuk peserta didik yang beradab, inovatif, kreatif serta dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap produk-produk daerah serta mampu menjaga dan melestarikan budaya bangsa.
