*Lombok Charity Ride 2026: Gubernur Tekankan Investasi pada Kualitas Guru*
Kegiatan Charity Night Road to 360 Lombok Charity Ride (LCR) 2026 yang digelar di Mataram, Senin (6/4/2026)..
Mataram - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengajak dunia usaha dan pemangku kepentingan nonpemerintah untuk berkolaborasi dalam mendukung program pemberdayaan pendidikan di NTB. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Charity Night Road to 360 Lombok Charity Ride (LCR) 2026 yang digelar di Mataram, Senin (6/4).
Program ini diinisiasi oleh Indonesian Overseas Alumni (IOA) bekerja sama dengan Lombok Charity Ride, dengan fokus pada peningkatan kapasitas guru Sekolah Dasar (SD) sebagai fondasi utama kemajuan pendidikan, khususnya di NTB.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut yang dinilai konsisten dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.
“Saya memberikan apresiasi sedalam-dalamnya atas inisiatif peningkatan kapasitas guru di NTB. Program ini telah berjalan lama dan akan berlanjut di Kabupaten Lombok Tengah pada tahun 2026,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya guru, merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan masa depan daerah. Menurutnya, banyak guru di pelosok NTB bekerja dengan dedikasi tinggi, bahkan melampaui tugas pokoknya.
“Malam ini adalah momentum untuk berbagi demi kemajuan NTB. Salah satu elemen penting agar NTB makin makmur dan mendunia adalah dengan memperkuat kapasitas para guru kita secara sistematis,” tambahnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna memastikan program peningkatan kapasitas guru dapat menjangkau lebih banyak wilayah di NTB.
Sementara itu, Ketua IOA, Eka Tanuwidjaja, menjelaskan bahwa IOA merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk oleh alumni Indonesia di luar negeri dan berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.
Ia menyebutkan, di NTB IOA telah membina sekitar 1.500 guru SD di Kabupaten Lombok Utara pascagempa 2018. Pada tahun 2026, program akan difokuskan di Kabupaten Lombok Tengah.
“Untuk tahun 2026, fokus kami adalah Kabupaten Lombok Tengah. Kami percaya seluruh wilayah di NTB berhak mendapatkan kualitas pendidikan terbaik melalui guru-guru yang kompeten,” jelasnya.
Selain di NTB, IOA juga telah menjalankan program serupa di sejumlah daerah lain, seperti Sumba Timur dan Dieng, Wonosobo. Ke depan, IOA berencana meluncurkan program “Guru Bantu Guru” serta memperluas kerja sama internasional, termasuk dengan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).
“Seperti pernah Kaisar Jepang katakan waktu Hiroshima dan Nagasaki tumbang, dia tidak menanyakan berapa tentara yang tersisa, tapi dia menanyakan berapa guru yang tersisa. Karena pendidikan adalah salah satu pondasi yang terpenting. Mohon dukungan dari Pemerintah maupun dunia usaha dan sponsor untuk mensukseskan program sosial ini,” tutupnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan pengumuman donasi yang berhasil dihimpun dari para donatur sebesar Rp111.962.000.
