Kerap Dikeluhkan, Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Jadi Lebih Nyaman

Saepul Hak Berita Terbaru 28 Juli 2026 20 kali Kerap Dikeluhkan, Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Jadi Lebih Nyaman Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meninjau langsung proyek revitalisasi Pasar Rakyat Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (27/7/2026).

Lombok Tengah - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meninjau langsung proyek revitalisasi Pasar Rakyat Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Iqbal menegaskan penataan pasar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika karena kerap dikeluhkan pedagang dan warga karena kurang rapi.

"Kita bantu tata letak dan perbaiki desainnya agar tetap rapi, namun kesan tradisionalnya harus tetap terlihat karena ini berada di lokasi wisata," kata Iqbal saat meninjau lokasi, Senin (27/7/2026).

Iqbal meminta akses masuk ke area pasar diperlebar. Langkah ini penting agar sirkulasi pengunjung dan wisatawan yang berbelanja bisa merata ke seluruh lapak pedagang.

Tak hanya soal fisik bangunan, Gubernur NTB juga mendorong pembenahan tata kelola pasar. Ia ingin pasokan bahan segar dari Pasar Kuta bisa diserap langsung oleh industri pariwisata di sekitarnya.

"Ke depan, kita akan berkoordinasi dengan Disperindag agar tata kelola pasarnya menjadi lebih rapi. Kita ingin agar barang dagangan segar dari pasar ini bisa langsung disalurkan ke restoran-restoran maupun hotel di sekitar kawasan," ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTB, Dewi, menjelaskan pekerjaan teknis di lapangan saat ini berfokus pada perluasan akses dan pembenahan sanitasi.

"Pekerjaan lanjutan yang sedang kami laksanakan berfokus pada pembongkaran tembok untuk membuka akses masuk yang lebih luas. Kami juga melakukan pengecatan, pembenahan sistem sanitasi kamar mandi, hingga pekerjaan beton," terang Dewi.

Dewi menambahkan, area penjualan ikan, daging, dan ayam yang selama ini mangkrak juga bakal diaktifkan kembali lewat penimbunan dan pengecoran lantai.

Selain itu, Pemprov NTB berkolaborasi dengan Disperindag Lombok Tengah untuk menata zonasi pedagang. Pedagang sayur dan buah yang sebelumnya berjualan di luar akan direlokasi ke dalam pasar, sementara bagian depan difungsikan untuk toko mutiara dan lahan parkir terpadu.

Rencana penataan zonasi ini disambut baik oleh tokoh masyarakat kawasan selatan, Haji Bangun. Menurutnya, penataan ini penting untuk mencegah timbulnya kecemburuan antarpedagang.

"Harapan kami, setelah perbaikan di dalam selesai, seluruh pedagang yang sekarang di luar bisa masuk ke dalam. Biasanya, kalau masih ada yang di luar, pembeli hanya belanja di luar dan enggan masuk, sehingga memicu pedagang yang di dalam ikut-ikutan keluar," tutur Haji Bangun.

Dukungan senada disampaikan oleh salah satu pedagang pasar, Bu Yuni. Ia menyambut baik respons cepat gubernur saat menerima keluhan warga di lokasi.

"Tadi saya juga sudah menyampaikan langsung ke Pak Gubernur soal lapak yang bocor, dan infonya akan segera diperbaiki. Pesan saya untuk pemerintah, kalau bisa kebersihannya lebih ditingkatkan agar pasar semakin nyaman," ucap Bu Yuni.