*Harlah ke-80, Muslimat NU NTB Didorong Perkuat Keluarga dan Kemandirian Intelektual*

Saepul Hak Berita Terbaru 06 April 2026 14 kali *Harlah ke-80, Muslimat NU NTB Didorong Perkuat Keluarga dan Kemandirian Intelektual* Harlah ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dirangkaikan dengan pelantikan serentak Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU se-NTB di Hotel Lombok Raya, Mataram, Minggu, 05 April 2026

Mataram - Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dirangkaikan dengan pelantikan serentak Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU se-NTB di Hotel Lombok Raya, Mataram, Minggu (5/4). Kegiatan tersebut juga diisi dengan agenda Halal Bihalal bertema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban.”

Acara ini dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama jajaran pengurus dan anggota Muslimat NU dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB mengapresiasi peran Muslimat NU sebagai pilar ketahanan sosial. Ia menyebut para pengurus Muslimat NU sebagai sosok perempuan tangguh yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga nilai-nilai kehidupan bermasyarakat.

Gubernur menyoroti tantangan yang muncul seiring perkembangan industrialisasi, yang dinilai berpotensi menggerus nilai-nilai keluarga.

“Indonesia yang bergerak menjadi negara industri berpotensi kehilangan ikatan kekeluargaan yang kuat. Muslimat NU harus menjadi garda terdepan dalam merawat nilai keluarga agar peradaban tetap memiliki tempat untuk berteduh,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai persoalan sosial di NTB, seperti perkawinan usia anak dan penyalahgunaan narkoba, tidak terlepas dari melemahnya fondasi keluarga. Karena itu, penguatan nilai keluarga dinilai menjadi kunci dalam mengatasi persoalan tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya penguatan kemandirian organisasi melalui sinergi dan kolaborasi.

Ia juga mengapresiasi kualitas sumber daya manusia Muslimat NU di NTB yang dinilai semakin kuat, baik dari sisi intelektualitas maupun spiritualitas.

“Hari ini Muslimat NU NTB diisi oleh banyak kalangan intelektual, termasuk guru besar dan doktor. Ini menunjukkan kekuatan intelektual yang berjalan beriringan dengan kekuatan spiritual,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, perpaduan antara kapasitas intelektual dan tradisi keagamaan menjadi modal penting bagi Muslimat NU dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.