Fauzan Khalid Bimtek Anggota DPRD Provinsi Fraksi Nasdem “Politik Tanpa Mahar” Diimplementasikan di Lapangan.
Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid saat menjadi pembicara Bimtek Anggota DPRD Fraksi NasDem Provinsi, Jumat (24/04/2026).
Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid menegaskan, ia masuk menjadi kader Partai NasDem karena slogan “politik tanpa mahar” yang benar-benar diwujudkan dalam praktek di lapangan. NasDem pun hingga pemilu dan pilkada 2024, konsisten menggunakan jargon ini sejak pertama kali diimplementasikan pada pemilu 2014 lalu.
“Saya tidak pernah berpartai. Pada saat saya dicalonkan sebagai Bupati Lombok Barat pada pilkada 2019 pun saya belum menjadi kader Partai NasDem. Ketika dicalonkan, tidak ada sepeser pun, uang mahar yang diminta dan yang saya serahkan untuk pencalonan,” kata Fauzan, saat menjadi pembicara Bimtek Anggota DPRD Fraksi NasDem Provinsi, Kabupaten dan Kota serta Pendidikan Politik Struktur Partai NasDem se-Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat, di Jakarta, Jumat (24/04/2026).
Fauzan, Anggota Komisi II DPR RI, mengatakan, menjadi kader Partai NasDem, saat menjadi calon anggota DPR RI dapil NTB II Pulau Lombok pada pileg 2024, selepas menjabat Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024). Ketertarikannya menjadi kader karena slogan “politik tanpa mahar” yang dialami secara nyata di lapangan.
“Ketika itu saya dipanggil ke DPP Partai NasDem, dan langsung diberikan surat Keputusan (SK) pencalonan sebagai Bupati Lombok Barat oleh Ketua Umum. Tidak ada mahar. Sejak saat itu, saya mulai simpati dan memilih menjadi kader Partai NasDem.
Saat ini Fauzan Khalid dalam struktur kepengurusan Partai NasDem, menjabat Koordinator Wilayah (Korwil) Partai NasDem NTB. Di DPR RI, Fauzan tergabung dalam Komisi II yang terkait dengan kepemiluan, pemerintahan dan pertanahan.
Dihadapan Anggota DPRD Fraksi NasDem se-Jawa Tengah dan Jawa Barat, Fauzan minta Anggota DPRD berkomunikasi intensif dengan para kepala daerah agar mendapatkan informasi prioritas pembangunan di masing-masing daerah. Anggota DPRD Fraksi NasDem hendaknya menyesuaikan prioritas pembangunan tersebut dengan program kerja para kader NasDem.
“Jadi program kerja Fraksi NasDem selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Anggota DPRD juga harus berkomunikasi dengan Anggota DPR RI Fraksi NasDem, supaya program kerja bisa diselaraskan untuk kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Pada pemilu 2029 mendatang, kata Fauzan, mayoritas pemilih berasal dari kalangan generasi Z atau Gen Z. Karena itu Kader NasDem bisa lebih intens untuk melakukan sosialisasi di kalangan Gen Z.
“Mereka bisa dibuatkan wadah atau komunitas tempat berkumpul. Sesuaikan dengan minat dan hobi mereka. Mulai dari sekarang, perhatikan hal-hal kecil, karena dampaknya nanti bisa dirasakan pada pemilu 2029 mendatang.” kata Fauzan.
